Posts

Showing posts with the label dari saya

Pendakian Raung 3344 mdpl Via Kalibaru

Image
Saya sedang dalam perjalanan pulang dari kondangan di Kuningan ketika partner kondangan saya cerita dia akan ke Raung bulan September. Saya sudah hampir berhenti total dari naik gunung sejak memasuki tahun 2017, hingga percakapan mengenai Raung itu tidak ada sedikitpun niat saya untuk naik gunung lagi. Tapi ini Raung, loh. Gunung yang tidak lebih tinggi dari Mahameru di Jawa Timur atau Slamet di Jawa Tengah, namun disebut memiliki jalur ter-ekstrim se-pulau Jawa. Sebelum sampai di Puncak Sejati kita harus melawati 3 titik ekstrim dan menyebrangi jembatan Shiratal Mustaqim. Rasanya ini adalah kesempatan yang tidak akan saya lewatkan, apalagi pendakian akan dilakukan bersama dengan teman-teman yang sudah menemani saya mendaki sejak pendakian gunung saya yang pertama. Jadi hal yang lakukan setelah masuk kantor pada hari Senin adalah pengajuan cuti. Estimasi pendakian Raung adalah 3-4 hari. Kami berencana mulai pendakian tanggal 20 September 2017 dan sampai di basecamp Regass kembal...

Bukan Pasar Malam, Bukan Kejutan Biasa

Image
Bukan Pasar Malam hadir berbeda dari karya Pram yang lain. Jika karya Pram yang lain bersifat realis murni, maka bukan pasar malam hadir dengan sedikit aura mistis dan religius. Refleksi manusia ketika menghadapi keniscayaan kematian. Novel ini hanya setebal 104 halaman dan bisa kita selesaikan dalam satu kali duduk. Berkisah tentang pergulatan batin tokoh aku , seorang pejuang revolusi yang mendapat berita ayahnya sakit keras. Ada rasa bersalah karena sebelum sang ayah sakit, ia menuliskan surat bernada marah pada sang ayah. Dan ia mempertanyakan pada dirinya sendiri, dosakah ia? Rasa bersalah menghantui dan menyiksa dengan cara paling diam, ditingkahi kekecewaanya pada keadaan pasca revolusi yang tidak kunjung juga membaik di republik ini. Ia pulang ke Blora dengan beragam rasa dan menemukan kemiskinan dan rumah lamanya yang renta dimakan zaman. Bayangan berkejaran seiring kereta melewati stasiun dengan berbagai kenangan. “Dan berpuluh-puluh kenangan yang pahit dan yang senang de...

Pertanyaan

Kurang lebih dua minggu terakhir ini, menjadi minggu yang amat melelahkan baginya. Jika fisik yang lelah, ia bisa tidur, pergi ke salon langganan untuk cream bath, atau makan yang banyak. Yang jadi masalah adalah ketika tidak ada aktivitas fisik yang berlebih tapi ia selalu merasa kelelahan luar biasa. Jadwal mingguannya untuk yoga bisa sejenak meredakan rasa lelah fisik dan mental. Dia akan merasa segar sesaat dan ketika kembali menghadapi dirinya sendiri, rasa lelah dan jenuh yang tidak jelas itu datang lagi. Nafas terasa berat dan semua terasa tidak nyaman. Dia bohong jika bilang rasa lelah itu tidak jelas dari mana asalnya. Belakangan ia mencemaskan kesehatan kedua orang tuanya. Mereka tidak lagi muda dan ia berjarak 87 km dari mereka. Ketika mendadak mamanya mengabarkan tekanan darah mereka berdua, bapak dan mamanya, naik sampai 150/90 dan 140/90 ia cukup kaget. Bapak dan mama jarang jajan. Berasal dari keluarga dengan riwayat penyakit bawaan membuat mereka berhati-hati t...

Rutinitas

Image
Hidup melompat dari satu kejadian ke kejadian yang lain begitu saja tanpa pertanda apa-apa.  Hari ini saya cinta kamu setengah mati, esok menatapmu saja belum tentu aku sudi.  Rutinitas saya yang biasanya berputar sekitar kantor dan tidur siang hari ini macet di kantor dan harus melewatkan siesta time rutin. Dari pagi berkutat di e-cat, berkas pengadaan, tau-tau udah jam makan siang. Pelayanan? Untung ada Elfa. Bercita-cita sepenuh hati jadi apoteker pelayanan biar bisa terus ketemu orang baru setiap hari, beberapa hari ini cuma ngurusin kertas. Ngurusin kertas-kertas biasanya jadi sampingan, beberapa hari jadi fokus utama. Dan gilanya ngurusin kertas-kertas ini bisa lewat dua atau tiga jam dari jam kerja rutin saya.  Hidup sesederhana itu. Terlalu ritmis dan dinamis, kadang membuat kita kembang kempis. Mantan yang sudah lama sekali menjauh tiba-tiba muncul di mimpi, atau orang yang setahun lalu kirim salam kini datang lagi. Kita tidak pernah tau, apa yang ...

Diam

Image
aku menjelma akhir pekan yang kau puja, untuk kemudian kau tinggal begitu saja saat kerja rindu-rindu berterbangan lewat jendela, dan engkau yang menutup mata pada hidup, pada ku, yang menunggu di balik pintu. Kajen, 29 Oktober 2016

Selamat Pagi

Image
Ada banyak buku baru yang belum terbaca, pun saya masih memilih membaca buku yang lama.  Saya benci ketidaktertebakan,  meski menyadari bahwa hidup adalah perkara kejutan yang hadir terus menerus dalam hidup kita.  Absennya kejutan,  hidup yang menjadi datar begitu saja adalah pertanda bahwa hidup sudah tidak layak lagi dijalani. Pun saya masih enggan membuka buku baru. Hidup seringkali berubah menjemukan, kenangan yang berputar hanya itu saja. Tidak ada selamat pagi hari ini,  atau selamat jalan, atau cerita tentang lagu apa yang kau nyanyikan sambil menyampo rambutmu pagi tadi. Pagi ini kau mengucap selamat pagi padanya, dan aku mengucap selamat pagi pada jendela kamar kita. pada buku-buku baru yang berserakan di bawah jendela. dan terus memilih membaca buku yang lama. Kajen, 29 Oktober 2016

Barokah

Jadi ceritanya beberapa waktu yang lalu saya ditawari untuk jadi Apoteker Pendamping di sebuah calon Rumah sakit di sini lah. Dari kantor, membolehkan dengan syarat saya nggak perlu hadir di RS tersebut. Paling satu atau dua kali seminggu, pihak RS tidak keberatan walo saya nanti masuk daftar karyawan, tapi nanti bisa dikasih dispensasi. Yang penting ijazah dan STRA segera masuk untuk persyaratan. Gajinya nggak banyak sih, tapi mayan lah buat beli-beli buku sampe bosen. Kemudian ketika saya cerita ke orang tua lewat telpon, awalnya mereka iya-iya aja. Yang penting kantor kasih ijin. Eh begitu saya pulang, Bapak tanya, “nanti kamu gimana bagi waktunya? Kalo Cuma ijazah sama STRA aja yang disetor, bapak nggak setuju ah. Itu makan gaji buta. Nggak berkah”. Emak nggak beda jauh pendapatnya. Dan kalo saya mau kerja full di dua tempat, mama takut saya nggak punya waktu buat......................................... cari jodoh. Yahbegitulah. Saya sih mikirnya..................... ...

Menjadi Berani : Cerita Pendakian Gunung Slamet

Image
Saya bukan seorang pemberani, meski tak sampai hati menyebut diri pengecut. Saya teringat betapa gentarnya saya menghadapi cuaca dan trek gunung Slamet bulan Februari yang lalu. Tak terhitung berapa kali saya merengek untuk menyerah, dan kemudian saya bersyukur sepenuh hati bahwa saya bersama dengan orang yang lebih yakin pada kemampuan saya daripada saya sendiri. Saya tumbuh dengan pemandangan gunung Slamet yang terlihat jelas di depan rumah. Base camp Bambangan mungkin hanya 40 kilometer dari rumah, tapi saya belum punya kesempatan untuk mendakinya. Ketika ada tawaran dari Icus, si Anak Danone , untuk mendaki Slamet dan alhamdulillah pas ada tanggal merah, saya tidak berpikir panjang, langsung mengiyakan asal diijinkan ber- daypack ria. Tentu saja Icus akan lebih senang saya ber- daypack daripada nanti harus tandem keril dua. Jaga-jaga saya ngedrop. Sabtu pagi Icus, Iqbal dan Kang Otoy sudah sampai di Pekalongan, sementara saya masih di kantor karena tidak bisa ijin tidak m...

Perkara Pilihan

Saya adalah orang yang malas membaca sejarah. Saya bisa saja membaca sejarah, tapi jika disuguhkan pilihan antara buku sejarah atau novel Dan Brown, secara jujur saya akan memilih novel Dan Brown. Bukan saya tidak tertarik dengan sejarah,   it just bore me. I’m sorry. Saya punya Panggil Saya Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer, Ketika Sejarah Berseragam, dan Menyintas Menyebrang, tiga buku sejarah yang saya punya dan masih mulus tidak tersentuh. Setidaknya saya berusaha. Berusaha mengenal sejarah bangsa sendiri. Dan maaf, saya masih gagal. Dengan sadar saya akan lebih memilih, tujuh jilid Harry Potter dalam bahasa aslinya,  The Great Gatsby , Intelegensi Embun Pagi,   Animal Farm ,   Frankenstein , namaku Mata Hari dan terakhir   The Zahir . Buku – buku yang tiga bulan terakhir ini saya baca. Masih jauh sekali dari target bacaan, tapi saya punya agenda murung yang tidak bisa diganggu gugat, hanya suara adzan yang boleh menyela diantara agenda murung s...